Terpaksa Work From Home (WFH)?

Work From Home - arifrahman.net
Work From Home – arifrahman.net

 

Serasa sudah sangat lama sekali dengan kepulangan terakhir saya dari Bekasi hari jum’at petang 2 minggu yang lalu. Saat itu pulang ke kampung halaman dengan perasaan bahagia karena saya dan istri akan menyambut kelahiran anak pertama. Awalnya yang berniat mendampingi istri lahiran sambil standby (kerja remote) dari rumah untuk beberapa saat, paling tidak sampai Aqiqah terlaksana. Ternyata sampai hari ini, 5 hari pasca Aqiqah anak pertama atau tepat 2 minggu di kampung halaman belum ada kepastian kapan bisa kembali ke Bekasi untuk bekerja seperti biasa.

Situasi ini dikarenakan wabah corona yang sekarang sudah menjadi pandemi (penyakit global) di ratusan negara salah satunya Indonesia. Praktis untuk mengurangi penyebaran virus Corona pemerintah menghimbau instansi pemerintahan dan perusahaan  swasta untuk bekerja dari rumah (Work From Home). Excellent, perusahaan tempat saya bekerja selama 1 minggu ini juga sudah menerapkan mekanisme dengan sistem Work From Home (WFH) bagi seluruh Team dalam kegiatan operasional perusahaan.

Saya sendiri meskipun sudah 2 minggu di rumah, efektif baru sekitar 1 minggu ini bisa benar-benar standby. Karena diminggu pertama mulai Senin-Kamis di minggu lalu, mondar mandir ke klinik & Rumah Sakit mendampingi istri lahiran. Saat awal proses persalinan memang tidak berjalan mulus, sampai-sampai berpindah ke 1 bidan desa, 2 klinik bersalin dan 2 rumah sakit. Ditambah jarak yang ditempuh antara rumah dan Rumah Sakit rujukan cukup jauh (sekitar 30 KM) praktis izin keatasan dulu untuk libur karena tidak memungkinkan standby. Namun alhamdulillah, akhirnya proses persalinan berjalan lancar Senin, 16 Maret 2020 jam 17.58 WIB putri pertama saya lahir. Meskipun sempat dirawat 4 hari terlebih dahulu tapi saat ini sudah membaik. Terima kasih atas Do’a dan dukungan dari Orang Tua, Keluarga, Pak Boss Vavai, Team Excellent dan kerabat yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Baru mulai hari Jum’at minggu lalu saya bisa mulai bekerja dari rumah bertepatan dengan hari pertama kebijakan Work From Home diterapkan di Excellent. Dari pendapat pribadi selama 1 minggu ini Excellent menerapkan kerja remote, bisa dibilang seluruh Team dapat melaksanaan pekerjaan dengan baik. Karena memang pada dasarnya Team Excellent dapat bekerja dimana saja selama ada laptop & koneksi internet. Itu pendapat pribadi yang saya lihat di Team Excellent khususnya di Team Sales & Support. Mungkin jika di Team Finance & Accounting kebutuhan untuk kerjanya lebih banyak seperti printer, kirim berkas dan lain sebagainya. Harapan saya semoga Allah selalu menjaga kesehatan seluruh Team Excellent & memudahkan urusannya.

Ada 2 point terpenting sebagai catatan saya yang sekaligus sebagai nasehat untuk pribadi dalam bekerja remote yaitu:

  • Komitmen
    Dari yang saya pelajari dalam bekerja Excellent menganut prinsip Gentlemen’s Agreement kalo diterjemahkan secara literal artinya Perjanjian Antar Pria. Sederhananya kesepakatan informal biasanya hanya dalam bentuk verbal (tanpa tertulis) dan tidak mengikat secara hukum (bagi yang melanggar mungkin saja tidak akan menerima sanksi). Dengan prinsip ini,  saya sebagai Team yang sedang bekerja remote semaksimal mungkin akan standby di waktu jam kerja. Kesepakatan yang sudah ditetapkan dilaksanakan dengan gentle. 
  • Komunikasi
    Komunikasi merupakan hal terpenting dalam mekenisme kerja remote, posisi antar Team yang saling berjauhan berpotensi akan timbul prasangka yang kurang baik. Idealnya memang komunikasi dalam kerja remote adalah Asynchronous Communication, artinya adalah komunikasi yang tidak sinkron. Jadi komunikasi tidak mesti dijawab detik itu juga. Tapi mungkin bentuk komunikasi ini agak susah diterapkan di Excellent, karena jam kerja seluruh Team sama dari mulai jam 08.00 – 16.30. Komunikasi tersebut cocok apabila jam kerja Team Flexible. Tapi mungkin ini bisa jadi pertimbangan dalam kondisi saat ini bahwa saat kita kontak Team mungkin detik itu juga tidak bisa langsung menjawab karena hal tertentu.

Terakhir harapan saya sama dengan yang lain, semoga situasi saat ini segera membaik, masjid-masjid kembali melaksanakan shalat jamaah/jum’at dan kita semua dapat kembali bekerja & beraktivitas seperti biasa.

Tentunya saya senang jika diterapkan Work From Home tapi bukan “terpaksa” Work From Home seperti sekarang ini.

Nas’alullah as salamah wal afiyah (Kita Memohon Kepada Allah keselematan & kebaikan)

Stay safe and healthy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *