Not Fast Just Flying Low

Sejak istri sementara ini tinggal di kampung halaman untuk mempersiapkan kelahiran anak pertama kami, praktis dua bulan terakhir ini saya lebih sering melakukan perjalanan PP (Pulang-Pergi) Bekasi-Sukoharjo/Wonogiri di akhir pekan, paling tidak 2 atau 3 kali dalam sebulan. Dan kemungkinan besar akan seperti ini sampai beberapa bulan kedepan, sampai kira-kira istri dan anak nantinya bisa diajak kembali ke Bekasi. 

Istilah rutinitas pulang-pergi dari perantauan ke kampung halaman (rumah) diakhir pekan  biasa disebut dengan PJKA, bukan akronim dari Perusahaan Jawatan Kereta Api (sebutan untuk PT Kereta Api Indonesia zaman dulu) tapi merupakan singkatan dari Pulang Jum’at Kembali Ahad. Yaitu istilah bagi para pekerja di perantauan yang pulang di Jum’at sore terkadang pulang dari kantor langsung tanpa sempat ganti baju karena mengejar jam pemberangkatan dan kembali ke perantauan di hari Ahad (Minggu) malam. Biasanya untuk pulang akan ambil jam pemberangkatan yang paling malam agar bisa lebih lama bersama keluarga.

Ngomong-ngomong soal PJKA saya pernah dapat video salah satu youtuber yang menyanyikan lirik lagu tentang pejuang PJKA. Awalnya saya dapat dari status WhatsApp di salah satu kontak saya. Kemudian saya coba search di Youtube, videonya saya share disini tapi tanpa bermaksud apa2, jujur saja saat saya mendengarkan lagu ini antara pengen nangis dan ketawa :D, mungkin dia salah satu pelaku PJKA, jadi tahu feel-nya menghayati banget gaes.

Ada video lain yang menggambarkan curahan hati seorang PJKA yang dibuat dengan apik dan diiringi suara latar (Voice-over) yang menyentuh

Kalo boleh saya simpulkan feeling yang dirasakan para PJKA seperti kata dalam bahasa arab Laa Ya’rifu illa Man Dzaqqoha, Tidak akan bisa mengetahui kecuali yang merasakannya.

Tulisan ini tadinya mau bahas tentang PJKA sebagai intro, tapi karena sudah larut malam, pukul 23.25 WIB mungkin saya sudahi dulu saja. Jadi mohon maaf kalo tulisan ini belum sampai membahas tentang judul di atas. Saya tulis kembali saja judulnya di akhir paragraf seperti contoh tulisan yang punya judul singkat yang membuat penasaran dan baru paham setelah dibaca keseluruhan. Sebagai penegasan kadang penulisnya menulis ulang judulnya di bagian akhir. Not Fast Just Flying Low

Salam dari pelaku PJKA aka Pejuang Rindu – Pergi Karena SK Pulang Karena Kangen ……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *