Libur Lebaran 2019

Libur lebaran dan Cuti bersama tahun 2019 ini terhitung cukup panjang, libur lebaran (Libur nasional/tanggal merah) jatu pada hari Rabu-Kamis tanggal (5-6 Juni) dan cuti bersama Senin, Selasa dan Jum’at (3-7 Juni 2018). Mungkin saja karena libur lebaran berada di tengah-tengah hari kerja aktif, makanya sekalian saja dipanjangkan sampai 1 minggu full.

Itu merupakan keputusan pemerintah sebagai pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta dalam melaksanakan libur nasional dan cuti bersama tahun 2019. Nah kebiasaan baik di tempat saya bekerja, PT. Excellent Infotama Kreasindo, management selalu mengeluarkan kebijakan yang sangat membahagiakan staff terkait libur lebaran yaitu libur lebih awal dan masuk lebih akhir 🙂

Jadi libur terhitung mulai dari 30 Mei – 10 Juni 2019, cukup lama belum ditambah jika ingin mengajukan cuti tambahan terutama bagi staff yang mudik agar terhindar dari macet. Jika dihitung total libur + cuti saya tahun ini bisa sampai 2 minggu. Waktu yang cukup untuk bisa silaturahmi ke keluarga dan kerabat. Dan juga biaya ongkos perjalanan mudik lebaran yang membengkak sampai 300% terbayar dengan bisa lebih lama di kampung halaman. Terima kasih Boss vavai 🙂

Shalat Idul Fitri

Salah satu tujuan utama saat libur lebaran adalah bisa menjalankan shalat Idul Fitri berjama’ah dengan keluarga di kampung. Yang berbeda bagi saya di lebaran tahun ini adalah saya melaksanakan shalat & merayakan Idul Fitri di kampung istri, Wonogiri. Yes lebaran tahun ini merupakan tahun pertama saya berstatus menjadi suami, mesti bisa membagi waktu antara orang tua di Sukoharjo dan Wonogiri. Dan setelah diskusi dengan Istri untuk lebaran tahun pertama ini kita memutuskan di Wonogiri dulu.

Overall,  tradisi merayakan Idul Fitri antara di kampung saya dengan istri sama lagian hanya tetangga kabupaten :), hanya saja tradisi atau kebiasaan warga di kampung istri biasanya setelah Shalat Idul Fitri bersama-sama ke rumah pak Lurah (sebutan untuk Kepala Dusun) untuk saling meminta maaf. Antara Putra dan putri dipisah, Ibu-Ibu dan remaja putri di dalam rumah bapak-bapak dan anak remaja laki-laki bertempat di halaman. Setiap keluarga membawa 5 bungkus nasi yang nantinya dimakan bersama-sama setelah acara selesai.

Nah yang berbeda lagi adalah tradisi ‘ujung’ baru dilaksanakan di hari kedua, ‘ujung’ adalah berkunjung dari satu rumah ke rumah lainnya yang muda ke yang lebih tua untuk meminta maaf. Tradisi ‘ujung’  ini masih banyak dilakukan oleh warga di sini. Anak-anak kecil mulai dari pagi sudah rapi mengunjungi rumah warga dari ujung ke ujung untuk mencicipi makanan yang dihidangkan tuan rumah dan yang paling penting meminta jatah THR 🙂

Panti Prau, Pacitan

Bagi saya pantai merupakan salah satu destinasi wisata favorit. Jadi liburan ini mewajibkan diri harus bisa ke pantai. Suasana pantai yang nyaman, angin semilir, suara deburan ombak, pasir putih, pemandangan biru laut luas dihiasi dengan awan putih menjadi daya tarik tersendiri dan membuat pikiran menjadi lebih tenang.

 

To be continued ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *