Ramadhan 1440 H (2019 M)

Ramadhan 1440 H (2019 M)
Ramadhan 1440 H (2019 M)

Diawal bulan Mei ini seluruh umat islam berbahagia menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1440 H. Perkiraan awal puasa di hari Senin, 06 Mei 2019. Kepastiannya menunggu sidang isbat dari pemerintah atau lembaga terkait.

Bagi saya, Ramadhan kali ini merupakan Ramadhan ke-4 selama di kota perantauan. Namun berbeda dengan Ramadhan sebelum-sebelumnya. Di Ramadhan kali ini saya sudah tidak sendiri lagi alias sudah berstatus menjadi suami, sudah ada istri yang menemani. Terbayang tahun lalu saat masih ngekost sendiri, saat bulan puasa Ramadhan mesti seting alarm bertingkat (beberapa kali) agar bisa bangun sahur lebih awal. Karena mesti beli makan untuk sahur di luar (warung makan). Pernah juga  baru bangun saat adzan subuh, jadi melewatkan berkahnya makan sahur.

Begitu pula saat berbuka, biasanya ketika pulang dari kantor sekalian mampir beli makanan ringan untuk berbuka dan berbukanya pun tetap sendiri di kost :). Baru setelah tarawih ke luar lagi cari ‘makan besar’, ditengah keramaian orang makan tetap saja saya seorang diri :D. Kebetulan kebijakan di tempat saya bekerja PT. Excellent, setiap bulan Ramadhan jam pulang dimajukan lebih awal, untuk memberi waktu para staff agar bisa berbuka bersama dirumah bareng keluarga.

Mungkin terdengar menyedihkan, tapi sebenarnya ketika saya jalani ya biasa saja. Karena memang semua ada waktunya. Ramadhan kali ini tidak perlu lagi menembus dinginnya dini hari dibarengi kantuk karena sudah ada yang membantu menyiapkan masakan di rumah. Begitu juga dengan berbuka 🙂

Namun disamping kebahagiaan menyambut bulan Ramadhan, saya dapat kabar salah satu saudara sedang mengalami sakit yang cukup serius. Saat pulang minggu kemarin saya berkesempatan menjenguk, dan ternyata beliau sudah dirumah sekitar 1,5 bulan. Beliau juga perantauan seperti saya, kantor dijalan Thamrin, Jakarta tepat di depan kantor kedubes Jepang. Bergerak di sektor migas dan perminyakan. Kalo saya pulang ke kampung paling 1 bulan sekali beliau ini tiap minggu alias PJKA (Pulang Jum’at kembali Ahad) biasanya menggunakan moda transportasi kereta api. Karena kebetulan keluarga beliau berada dikampung, Istrinya sudah memiliki pekerjaan tetap disana.

Dan karena penyakit yang beliau derita, bulan ini memutuskan untuk resign. Sedih berkurang salah satu saudara di perantauan, saya diantara banyak orang yang respect terhadap beliau, orangnya ramah, santun, dermawan dan sangat rendah hati. Semoga kebaikan dan amal shalehnya dapat menjadi wasilah kesembuhan beliau

“Allahumma rabban naas, Adzhibil ba’sa Isyfi,, Antasy syaafi’ Laa syifaa’a illaa syifaauk syifaan laa yughaadiru saqaman
(Yaa Allah Rabb Manusia, hilangkanlah rasa sakit, sembuhkanlah.. Engkaulah Yang Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan yang sejati kecuali kesembuhan yang datang dari-Mu Yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit dan penyakit lain)

Mohon do’anya dari rekan yang membaca tulisan ini untuk kesembuhan saudara saya

Terakhir semoga Ramadhan kita kali ini bisa lebih baik dari Ramadhan sebelumnya.

Terima Kasih

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *