Tidak Hanya Berdesakan Di KRL

Akhir pekan kemarin tepatnya di hari Sabtu, saya mengajak istri pergi ke Tanah Abang. Niat utamanya sebenarnya adalah jalan-jalan dan ingin menunjukkan seperti apa sih penampakan Tanah Abang yang katanya pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara itu. Sekaligus mungkin saja ada baju yang cocok yang bisa dibeli.

Untuk menuju ke Tanah Abang dari Bekasi bisa menggunakan KRL atau Bus Umum. Mempertimbangkan waktu tempuh saya memilih menggunakan KRL. Ini merupakan pengalaman pertama istri pergi ke Tanah Abang, sebelum pergi saya bilang kalo jangan kaget KRL jurusan Tanah Abang merupakan KRL yang paling padet jadi sabar saja kalo orang pada berebutan naik. Yaa buat pengalaman merasakan menjadi penduduk urban 🙂

Benar saja, sewaktu transit di Manggarai dan akan melanjutkan ke Tanah Abang, Peron 5 tempat menunggu KRL jurusan Sudirman-Tanah-Abang-Angke sudah dipenuhi penumpang yang akan naik. Rata-rata Ibu-ibu dengan anak-anaknya, bisa dipastikan tujuan mereka juga akan ke Tanah Abang. KRL pertama datang tapi sudah tidak bisa naik karena sudah penuh begitu juga KRL kedua, baru KRL kedua kami bisa naik, tetap dengan berdesakan dengan penumpang lain. Ndak pa2 Pengalaman 😀

Tidak sampai setengah Jam kami tiba di Stasiun Tanah Abang, ada yang berbeda kali ini, sebelumnya kalo dari Stasiun mau ke pusat perbelanjaan Tanah Abang (Blok F/A/B) mesti keluar stasiun dan jalan beberapa ratus meter. Namun sekarang tidak perlu keluar stasiun, antara stasiun dan pusat perbelanjaan sudah terhubung dengan jembatan panjang namanya Skybridge Tanah Abang. 

Di Skybridge berjejer pedangang berbagai jenis pakaian, sepertinya pedagang tersebut hasil relokasi dari yang sebelumnya mereka berjualan di pinggir jalan Tanah Abang. Singkat Cerita setelah membeli beberapa potong pakaian dan muter-muter beberapa blok di Tanah Abang yang ternyata memang sangat besar sekali. Sampai-sampai bingung kembali ke stasiun karena keluar di pintu dan blok yang berbeda. Beruntung didepannya pas ada Halte trans Jakarta. Kita bisa naik Tanah Abang Explore, transjakarta yang routenya hanya mengelilingi berbagai blok & stasiun Tanah Abang saja, biayanya gratis.

Sesampainya di stasiun Tanah Abang penumpang lebih rame dari saat datang tadi, bahkan di peron penuh sesak mau jalan saja susah. Nunggu beberapa saat akhirnya bisa juga naik KRL. Baru saja KRL jalan istri mencoba merapikan posisi tas. Dengan expresi kaget pas dicek ternyata tas posisi sudah kebuka. Reflek langsung cari HPnya ternyata sudah tidak ada. Ealaahh HP kebawa orang (Baca Kecopetan).

Di coba ditelpon HP sudah tidak bisa dihubungi, sudah dimatikan. Entah kapan Pencopet mengambil HP istri, mungkin saat di peron, atau ketika berdesakan saat naik KRL atau mungkin juga pas didalam KRL, kalo benar berarti saat itu posisi pencurinya masih berdiri di sekitar kami sampai stasiun Manggarai. Tapi percuma saja koar2 di KRL, kami memilih diam dan meng-iklaskan. 

Bagi istri saya, akhir pekan ini pengalaman yang diperoleh tidak hanya tahu Tanah Abang dan berdesakan di Kereta tapi juga kehilangan HP di KRL. Berarti mesti lebih hati-hati dan waspada lagi di tempat keramaian.

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *