Pertimbangan Memilih Tempat Tinggal

Tidak terasa per Agustus kemarin, saya sudah tinggal di kota Bekasi sekitar 2,5 tahun bukan waktu yang sebentar menurut saya. Saat pertama kali ke kota ini saya sempat tinggal beberapa minggu di rumah saudara sebelum mencari kost sendiri. Kalo dihitung semenjak kuliah sampai kerja sekarang ini saya menjadi anak kost kurang lebih 7,5 tahun, cocok disebut anak kost kawakan 😛

Upgrade Tempat Tinggal

Selama kuliah kemudian lanjut diperantauan saya tinggal di kost, bukan tipe kost yang mewah, ukuran kamar sekitar 3×4 sudah tersedia dipan + springbed, meja + kursi dan lemari. Cukup untuk tinggal sendiri, toh seringnya kost hanya sekedar tempat tidur, dari pagi sampai sore di tempat kerja. Dikarenakan sekarang tidak sendiri lagi jadi mesti upgrade tempat tinggal, maksud dari upgrade disini adalah mencari tempat tinggal yang lebih besar dari yang awalnya kost pindah ke Rumah kontrakan.

Dari awal bulan juli mulai hunting cari kontrakan baik dari situs online maupun muter2 langsung di beberapa kampung dan perumahan di sekitar kantor, mencari waktu setelah pulang kerja berharap ada rumah dengan kertas yang bertuliskan “Dikontrakkan” tertempel di depannya. Memang tidak mudah mencari kontrakan yang cocok apalagi berharap lokasinya dekat dengan kantor, nyaman dan harga terjangkau di Bekasi pula. 

Pertimbangan Memilih Tempat Tinggal

Setiap orang tentu punya pertimbangan dalam memilih tempat tinggal dan berikut beberapa pertimbangan saya dalam mencari tempat tinggal (Kontrakan) :

    1. Harga Sewa
      Tentu bagi seseorang karyawan seperti saya Harga menjadi faktor utama dalam memilih rumah kontrakan, harapannya adalah dapat rumah kontrakan yang nyaman, luwas, bagus dengan harga terjangkau. Bersyukur kalo dapat rumah seperti itu. Tapi intinya adalah harga kontrakan yang saya sewa mesti disesuaikan dengan budget yang ada.
    2. Tipe Kontrakan
      Di kota besar seperti di Jakarta dan Bekasi ada 2 tipe kontrakan :
      – Rumah Petakan : Bentuknya sama dengan kost-kost-an tapi lebih luas, satu bangunan besar diskat menjadi beberapa kamar, biasanya tiap kamar terdiri dari tiga ruang, ruang depan, ruang tengah untuk tempat tidur, dan ruang belakang untuk dapur serta kamar mandi, bisa sewa bulanan
      – Rumah, maksudnya adalah satu rumah utuh bisa di perkampungan atau di daerah perumahan, biasanya sewa tahunan

      Dari kedua pilihan kontrakan diatas saya memilih satu rumah utuh, jika dihitung biaya sewa saja sebenarnya sebenarnya selisihnya tidak terlalu jauh dengan rumah petak, cuma untuk rumah biasanya pemilik mewajibkan bayar sewa langsung 1 tahun jadi terasa bayar di awal agak berat. Dan ditambah biaya lain seperti iuran sampah + Keamanan mesti diperhitungan juga.

  1. Lingkungan 
    Ada dua pilihan tipe lingkungan yang ada di kota pertama lingkungan kampung kedua lingkungan perumahan, masing – masing punya kelebihan dan kekurangan. kalo dilihat dari segi biaya tentu lebih murah biaya sewa rumah di perkampungan dari pada di perumahan, tapi jika ingin suasana lebih tenang mungkin lingkungan perumahan bisa jadi pilihan. Untuk saya pribadi. saya memilih yang kedua, sewa rumah di perumahan resikonya harga sedikit lebih mahal, tapi karena kebanyakan orang-orang pendatang/perantauan mungkin saja karakternya hampir sama jadi lebih mudah adaptasi (belum tahu juga sih 🙂 )
  2. Jarak dengan Tempat Kerja
    Karena fokus saya di bekasi adalah bekerja di kantor saya saat ini, jadi jarak dengan kantor juga jadi pertimbangan. kebetulan lokasi kantor saya di Kota Bekasi dan biasanya sewa rumah di Kota lebih mahal dari pada di Kabupaten. Kalo saya memilih sewa rumah di kabupaten bisa dapat dengan harga sewa lebih murah tapi ada biaya capek pulang pergi ke kantor serta biaya jengkel macet yang mesti diperhitungkan juga. Jadi saya tetap memilih kontrakan yang dekat dengan kantor dengan resiko biaya lebih mahal.
  3. Dekat dengan Tempat Masjid
    Yang terakhir tapi yang terpenting adalah dekat dengan masjid, karena hakekatnya kita tinggal di Dunia hanya sementara kelak kita akan nggal ditempat yang abadi, jadi alangkah baiknya jika kita dekat dengan Rumah yang Maha Kuasa agar diberi rumah yang terbaik. #ustadmodeON

Diatas adalah beberapa pertimbangan saya dalam memilih rumah kontrakan yang bisa saya tuliskan disini, pertimbangan tersebut bisa digunakan juga untuk membeli/membangun rumah sendiri nantinya. Amiin 🙂 untuk pertimbangan lain bisa flexible sesuai kebutuhan pribadi masing-masing.

Akhirnya setelah hunting-hunting beberapa minggu saya dapat rumah kontrakan yang cocok walaupun belum sesempurna yang saya inginkan yang peting lokasinya tidak jauh dari kantor, bisa ditempuh kurang lebih 10 menit dari kantor. Tinggal memikirkan isi rumah yang masih kosong, karena selama di kost hanya memiliki barang2 pribadi seperti normalnya anak kost masih sangat kurang untuk ukuran orang yang “omah-omah” (istilah orang jawa yang Menikah/memiliki rumah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *